Pythagoras adalah seorang matematikawan dan filsuf yunani.
Pythagoras lahir dipulau Samos, Yunani Selatan, pada 570 SM. Ayahnya bernama
Mnesarchus, seorang pedangan yang berasal dari Tyre. Pythagoras sering
mengadakan perjalanan ke Babilonia, Mesir, bahkan India. Di Babilonia, dia
menjalin hubungan dengan para ahli matematika lainnya.
(Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Pythagoras)
Saat melakukan perjalanan, Pythagoras banyak belajar dari
para ilmuwan yang ada di mesir mengenai ilmu logistic, astronomi, dan geometri.
Setelah melakukan perjalanan yang cukup panjang, ia memutuskan kembali ke tanah
kelahirannya pada tahun 520 SM. Akan tetapi, niatnya untuk kembali ke tanah
kelahirannya tidak bisa berlangsung karena ia memutuskan untuk pergi ke Croton
Italia pada tahun 518 SM untuk mendirikan sekolah disana.
Saat berada di Croton Italia, Pythagoras banyak mendapatkan
sambutan yang sangat baik dari masyarakat. Selama hidupnya, Pythagoras banyak
menghabiskan masa hidupnya dengan menjadi seorang guru dan menyebarkan pemikirannya.
Pythagoras mengatakan bahwa semua sesuatu yang ada di dunia ini sangat
berhubungan dengan matematika dan semua hal dapat diprediksikan atau diukur
melalui siklus beritme.
Pythagoras sangat dikenal akan pengetahuannya tentang
segitiga siku-siku yang dikenal dengan nama Teorema Pythagoras. Dimana dalam
teorema tersebut mengatakan bahwa kuadrat hipotenusa (sisi miringnya) dari
segitiga siku-siku sama dengan jumlah kuadrat dari sisi lainnya. Fakta akan teorema Pythagoras ini sudah ada sejak dulu
bahkan sebelum lahirnya Pythagoras. Namun, hanya Pythagoras yang berhasil
membuktikan penelitian atas teorema ini, sehingga membuat teorema ini di hak
patenkan atas nama Pythagoras.
Referensi :
Referensi :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar